WOW, Tenyata Ini yang bikin Bule Jerman Jatuh Cinta Sama NTT

"Beragam budaya, begitu mengagumkan, Keelokan Alamnya, ohh sungguh 
mempesona, indahnya negeriku. Ku cinta aku Terpana, pesona Indonesia."

Masi ingat dengan syair lagu di atas?
Syair lagu tersebut merupakan syair dari lagu yg berjudul "PESONA INDONESIA."

Indonesia merupakan negara yang bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tapi 
juga kaya akan keberagaman budaya nusantara. Itu kenapa banyak orang bilang "Tanah kita Tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman."

Namun, itu adalah sudut pandang saya sebagai masyarakat Indonesia yang mana 
membuat saya bangga dengan tanah kelahiran sendiri. Nah, lalu bagaimana dengan 
pendapat para tourist asing mengenai Indonesia khususnya NTT? Apakah mereka 
mempunyai pendapat yang sama? Atau mungkin ada hal-hal spesial yang membuat 
mereka tertarik dengan Indonesia khususnya NTT. 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka akan saya berikan gambaran seperti apa sudut pandang tourist asing mengenai NTT yang sudah saya wawancarai sebelumnya.

picture credit : Michal Mastalerz

Adalah Michal Mastalerz seorang tourist asal Jerman yang berumur 33 tahun, ia mempunyai hobi travelling ke berbagai tempat seperti New Zealand, Papua Nugini, Cina, Thailand, Australia,Timor Leste dan Indonesia.

Ia berkunjung ke Indonesia pada Juli 2017 lalu. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang cukup luas sehingga ia memilih NTT sebagai tempat untuk memulai perjalananya.

Ketika dia datang ke NTT, dia memilih untuk menetap selama dua minggu. Dan selama dua minggu itu, dia menggunakan waktunya untuk pergi mengunjungi beberapa daerah seperti Kefamenanu, Niki-Niki, So’e , Semau dan Kupang.

Lalu apa yang membuat dia jatuh cinta dengan NTT? Berikut penjelasannya,

1. Berbeda Tapi Tetap Satu 

picture credit : Michal Mastalerz


Ini merupakan semboyan BHINNEKA TUNGGAL IKA yang tak lepas dari kehidupan 
masyarakat Indonesia. 

"Saat saya berada di NTT dan tinggal dalam sebuah keluarga, saya melihat bahwa banyak orang di sekitar saya yang tidak selalu bisa mengerti bahasa saya ketika saya berbicara. Tapi bagi saya, mereka unik dan menyenangkan. Karna ketika mereka tidak mengerti bahasa saya, itu bukan berarti mereka berhenti untuk berbicara dengan saya, tapi mereka semakin berusaha untuk mencari tahu apa yang saya katakan. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk mencari topik pembicaraan yang baru untuk dibicarakan. Mereka berbagi banyak momen penting dengan saya seperti ulang tahun, kegiatan-kegiatan rohani dan sebagainya." Ujar Michal

2. Ramah

picture credit : Michal Mastalerz

"Sikap ramah merupakan sikap yang sudah mengakar dalam diri orang NTT. keramahan orang NTT saya rasakan ketika saya diperkenankan untuk menumpangi truk dari Timor Leste ke NTT. Dan bukan hanya itu, senyum dan sapaan mereka terhadap orang baru merupakan tingkah laku yg belum pernah saya jumpai sebelumnya." ujar Michal.

3. Murah Hati Dan Saling Peduli

Sifat ini dia rasakan dan dia temui pada kehidupan orang NTT. 

"Ketika saya berkunjung ke NTT, dan belum mendapatkan tempat untuk tinggal, ada beberapa orang yang  saya temui. Mereka mengatakan bahwa jika saya belum mendapat tempat untuk tinggal, maka saya bisa tinggal bersama dengan mereka. Tingkah laku tersebut merupakan tingkah laku yang tidak umum atau tidak lazim dan sulit ditemukan di negara saya. Bagi saya, sulit untuk menemukan tipe orang seperti ini di negara lain, khususnya di Jerman. Keterbukaan mereka terhadap orang baru begitu sangat antusias tanpa memandang asal. Kepedulian mereka terhadap saya sangat saya rasakan saat itu." tutur Michal

4. Senyum Yang Positif (positive Smilling)

Senyuman merupakan salah satu hal mempunyai daya tarik tersendiri untuk mempengaruhi suasana hati seseorang. Hal itu memang benar. Ia mengatakan bahwa ketika dia berada di NTT, banyak orang baru yang belum ia kenal yang tidak sungkan untuk melemparkan senyuman yang positive dari raut wajah mereka.

5. Dianggap Saudara  Dan Dihargai 

picture credit : Michal Mastalerz

Orang NTT selalu menganggap dan memperlakukan orang baru seperti 
keluarga mereka sendiri. Michal juga merasa Terkesan dengan perlakuan orang NTT terhadap dirinya sewaktu tinggal di Niki-Niki dengan temannya Seo, 

"Ada hal yang membuat saya terpukau dan merasa sangat berbeda yang mana ketika mereka tidak keberatan untuk makan di satu meja yang sama dengan saya dan bukan hanya itu, mereka  selalu memperlakukan saya layaknya anggota keluarga mereka sendiri" ucap Michal

6. Makanan Yang Sederhana

"Makanan orang NTT merupakan Makanan yang cukup sederhana menurut saya. seperti jagung bose, Se’i babi dan masih banyak lagi makanan lainya. Tapi bagi saya ada satu makanan yang membuat saya tidak akan lupa dengan NTT yaitu Pisang Gepe. Pisang yang dibakar lalu dibalut dengan coklat dan parutan keju merupakan makanan yang sederhana dan cukup manis yang saya temui ketika berkunjung untuk melihat sunset di Pantai Tedis Kupang." Ujar Michal.

7. Gaya Hidup Yang Sederhana

"Saya melihat kehidupan mereka yang sangat sederhana, anak-anak yang bermain kelereng di tanah dan orang-orang tua yang kadang hanya memakai kain panjang menutupi lutut hingga di bawah mata kaki mereka, bagi saya itu merupakan gaya berpakaian yang sangat sederhana yang pernah saya temui."

Kesan Pertama Michal ketika berkunjung ke NTT untuk pertama kalinya ; 

picture credit : Michal Mastalerz


"Saya belajar banyak hal dari orang NTT. Saya Melihat dengan mata saya sendiri bahwa rumah, makanan, dan uang tidak mempunyai pengaruh atas kehidupan dan kebahagiaan seseorang. Banyak orang berpikir kekayaan adalah segalanya, tetapi dari mereka saya belajar bahwa kekayaan yang sesungguhnya bukan terletak pada materi tapi terletak pada hati."

Dari kesan yang ditutur Michal, saya mengambil sebuah pesan yaitu :

"Ketika kita punya apa yang kita butuh, sesungguhnya itulah kekayaan kita yang sebenarnya."

penulis merupakan mahasiswi jurusan Usaha Perjalanan Wisata Prodi UPW 4B kampus Politeknik Negeri Kupang

Puisi-Puisi R Vivian, Wanita Penjelajah Rimba

WANITA PENJELAJAH RIMBA Bersaing dengan sang jago
dikau bertarung melawan kantuk dan lelah
yang menerpa pundakmu yang kini kian melemah.. dibawah naungan sang langit biru
di kala mentari mulai menampakan senyum sinisnya seolah berkata,

"ahkk mungkinkah?
Namun dengan pasti
dikau mengayun langkah,
perlahan setapak demi setapak menyusuri tiap lorong,
bahkan duri dan kerikil pun tak kau hirau kan..
Ahh bunda..
Seandainya saja telapak kakimu bisa bicara
mungkin saja ada begitu banyak hal yang tak terperihkan mengalir dari mulutnya. . Wanita penjelajah rimba... Tiap tetes keringatmu kini menjadi embun Sentuhan halus nan manja itu seolah menyapa ibu pertiwi.. Bangga menjadi milikmu.. Dikau Dewiku Bidadari surgaku...

...............................................................................................................................................................................

SENJA KU Kau hadir bersama semilir angin laut di ufuk barat pulau Hatiku Menyapa dan menepuk pundakku secara perlahan seolah mengucap selamat datang... Merongrong masuk kedalam ruang hatiku yang sudah sekian lama kosong tak bertuan.. Tak pernah ku sangkah datang mu begitu tiba-tiba membuat Ku tersadar akan waktu yang sudah semakin malam..
Sejauh itu,

kita bukan hanya sebatas senja yang menandakan datangnya petang yang indah,
namun hingga pada menghadirkan malam yang gelap.. Ingin ku lalui pekatnya malam itu menunggu hingga datangnya hari baru yang cerah bersama mu.. Dear ID

.....................................................................................................................................................................................

TANGISAN ANAK BANGSA Teriakan serak pendamba sentuhan halus khas jemari para petinggi.. Mencoba memanggil sambil melambai tangan memukul dada mengharapkan belas kasih darimu.. Tetes demi tetes air matanya jatuh perlahan membasahi pipinya.. Entah apa yang kini ia pikirkan namun rasa kecewa jelas tergambar pada wajah nan kusam itu.. Wahai para penyambung lidah penerus suara Lupa kah anda pada Dia yang dulu bersusah payah mempertahankan bangsa ini? Lupa kah anda pada mereka yg berani mempertaruhkan nyawanya demi tanah ini? Sia-sia semuanya.. Suara parau itu kini semakin hilang perlahan ditelan gemuruh riuh suara ibu Kota Dan seolah terhalang oleh kaca Mercedesmu.. Wahai pria berdasi Kepercayaan kami.. Salam damai dari hati..

.....................................................................................................................................................................................

PECANDU SEPI Pesona senja di ufuk barat
kini beralih pandang bertukar posisi
dengan sang gelap yang semakin mendekat,
berusaha memeluk dan merangkul dalam kekalutan
berselimutkan dingin yg kian menikam sukma..
Kalut, iya betapa tidak Sunyiku datang menghampiri Bahkan sepihku semakin akrab menemani Seolah perlahan masuk dan meniduri jiwa yg kini merana dalam kebisuan...

..........................................................................................................................................................................................

R Vivian

R Vivian
merupakan seorang mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Kupang asal Lewoleba

Maafkan Aku Ibu, Aku Menyesal

Namaku Christin, seorang wanita berusia 20 tahun asal kota Kupang.
Kini aku hanya menghabiskan sisa hidupku dengan rasa penyesalan yang teramat sangat besar atas segalah kesalahan yang aku lakukan dulu

Pria Idaman Lain Istriku


"Terimakasih karena telah mengkhianati aku selama ini, terimakasih karena telah merusak pernikahan kita, ternyata ini yang menyebabkan kamu sering minta cerai padaku, aku sendiri yang akan langsung mengurus perceraian kita!"

Cinta Sampai Mati!


Sore itu dengan sedikit perasaan berdebar di dada, Saul menanti Dewi, kekasih hatinya yang sudah ia pacari tiga tahun ini.
 
sumber : 123rf.com
 

Nampak, Saul seakan sedang berlatih mengucapkan sesuatu dengan terbata dan sedikit gugup, ramainya Taman Nostalgia Kota Kupang di senja itu, membuat dirinya makin tak fokus pada apa yang ia ucapkan.

"Kamu sedang apa?"

"Eh, sayang, sejak kapan berdiri di situ?" Ucap Saul membalas sahutan Dewi.

"Aku baru saja sampai, maaf sedikit terlambat, soalnya tadi ada macet di sekitar bilangan Oesapa."

"Oh.. tak apa-apa sayang."

"Jadi, apa yang ingin kamu katakan sehingga memintaku datang ke tempat ini?"

"Ah..., duh...Aku Gugup sayang."

"Hehehe, ucapkan saja sayang, masa sama aku gugup?"

"Sebenarnya, aku mau..."

"Mau apa?"

Mata Dewi tampak berbinar, napasnya seolah terhenti menanti jawaban dari Saul.

"Aku mau kita putus.."

"Apa? mengapa? aku salah apa?

Debaran hebat di dadanya kini menjadi deburan air mata yang tiada henti menggepur matanya sehingga bulir-bulir tirta dari mata Dewi perlahan mengalir singgah di pipinya.

"Kamu tak salah apa-apa, aku yang salah!"

"Tapi mengapa? kenapa harus mendadak seperti ini? kita tak pernah bertengkar dalam tiga bulan ini, tak ada masalah berarti juga, dan hubungan kita termasuk sama seluruh keluarga kita baik-baik saja."
"Aku tak pantas buat kamu, sebenarnya aku bukan laki-laki yang baik buat kamu! Aku mau kamu cari laki-laki lain yang bisa membahagiakanmu sampai putih rambutmu.

"Tiga tahun kita pacaran dan tanpa alasan jelas kamu mengakhiri hubungan kita? pecundang!

"Aku minta maaf, tapi ini cara aku biar kamu bahagia, aku tak mau kamu menderita!"

"Terserah! Kamu teramat sangat jahat!"

"Suatu saat kamu akan tahu mengapa aku mengambil keputusan yang juga meruntuhkan hatiku ini!"

Saul kemudian pergi dan berlalu meninggalkan Dewi yang sedang terisak seorang diri di situ.

Dewi tak peduli akan banyaknya pengunjung taman disekitarnya, ia tetap terus menangis tersedu-sedu.

Setahun tujuh bulan pun berlalu, Dewi masih memendam perihnya sakit yang ia terima beserta rasa cinta yang begitu besar terhadap Saul, rasa benci, rindu, sayang, kuatir semuanya diaduk dalam satu emosi, beberapa kali ia mencoba menghubungi Saul dan keluarganya, namun kontak mereka sudah tidak aktif lagi, ia pun juga berusaha datang ke rumah saul namun usahanya tetap nihil, saul dan keluarganya dikabarkan telah pindah entah kemana.

Ia mencoba membuka hatinya untuk pria lain yang datang mendekat, namun ia takut pria-pria tersebut hanya menjadi tempat pelampiasannya saja, ia takut tak ada yang dapat menyayangi dirinya seperti Saul menyayangi dirinya.

Suatu hari, Dewi berpapasan dengan Dhino, salah seorang kerabat dekat Saul saat bekerja dulu.

"Dhino, apa kabar?"
"Hai Dewi, aku baik, kamu bagaimana?"

"Hm, aku sudah rapuh sejak kepergian Saul."

"Kamu ingin bertemu Saul?"

"Hah.. memangnya kamu tahu keberadaan Saul?"

"Hm, Aku tahu. Sebenarnya kami semua menyembunyikan keberadaan Saul darimu atas permintaannya sendiri, aku minta maaf!"

Dewi langsung meneteskan air mata haru bercampur marah saat itu juga.

"Kalian tega, kalian tak tahu betapa tersiksanya aku selama ini!"

"Aku minta maaf, kami semua melakukannya atas permintaan langsung dari Saul."

"Cepat, antar aku menemui Dia."

"Kamu yakin?"

"Apa air mataku tak cukup bagimu? Kalau perlu aku berlutut dan memohon-mohon dan mencium kakimu!"

"Sudah-sudah, ayo kita berangkat!"

Mereka berdua pun lalu berangkat ke tempat dimana Saul berada.

"Ini kan rumah sakit! apa yang Saul lakukan di sini? dia sakit?" Dewi makin kalut sambil meneteskan air mata, sementara Dhino hanya terdiam sendu.

Setelah memarkirkan kendaraan, mereka berdua lantas masuk ke dalam rumah sakit tersebut, lalu menyusuri lorong-lorong rumah sakit dan tiba lah mereka di suatu ruangan yang mana, terdapat Saul di dalamnya.

Di situ, Dewi bertemu dengan beberapa keluarga Saul, mereka yang kaget lalu memeluk Dewi sambil menangis sejadi-jadinya, kemudian mengijinkan Dewi masuk ke dalam.

Di situ, Dewi mendapati Saul yang tersenyum lemah kepadanya.

Air mata Dewi makin mengucur deras melihat orang yang sangat dicintainya itu terbaring lemah di kasur rumah sakit.

"Sayang?" Ucap Saul pelan

"Ka.. kamu kenapa seperti ini?

"Kamu ingat pertemuan kita di Taman Nostalgia dulu? sebenarnya tepat di hari itu aku didiagnosa mengidap penyakit ini.."

"Kamu sakit apa?" ucap Dewi sambil mendekat, ia meraih tangan Saul dan mencium tangan tersebut seolah tak ingin melepaskannya.

"Kamu tak perlu tahu, aku senang melihat kamu sekarang."

"Tapi aku harus tahu, aku bagian dari hidupmu!"

"Sudahlah, waktuku sudah dekat, terimakasih karena masih tetap mencintaiku, aku pun begitu, dan akan selalu begitu."

Setelah mengucapkan kata tersebut, Saul langsung menghembuskan napas terakhirnya, seisi ruangan tersebut, dipenuhi oleh isak tangis keluarga, tak terkecuali Dewi yang sangat terpukul.

Dhino datang lalu memeluk Dewi dengan sangat erat, sebagai bentuk penguatan.

"Dhino, kamu jawab sekarang! Saul sakit apa?

"Apa kamu yakin ingin mendengarnya?"

"Jawab sekarang!"

"Baiklah, haaah.. Sebenarnya waktu masih menjalin hubungan denganmu, Saul sering berkunjung ke berbagai tempat prostitusi di seluruh Kota Kupang, tabiat jeleknya itu mengakibatkan ia didiagnosa dokter mengidap HIV-AIDS.

Mendengar hal tersebut, Dewi lantas menyekah air matanya dengan segera.

"Apa? Anjing! Bangsat! Binatang! Jadi selama ini dia bermain di belakangku? dan membiarkan aku tersiksa batin dan diri selama setahun lebih? Cuiiih! syukurlah dia sudah mati, aku tak sudi dan tak akan pernah mengakui cintaku lagi padanya!"

Dewi lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut seolah tak peduli!

"Dewi...Dewi, tunggu! kamu yakin tidak tertular sakit tersebut dari Saul?"
(TAMAT)

hahahahahaha hahahahahaha, cieee cieee kasian yang sudah baper akhirnya emosi :D :v

NB : Cerita ini hanya merupakan karangan fiksi saya, kesamaan nama dan tempat hanya kebetulan semata, mohon dimaklumi soalnya saya pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa.
--------------------------------------

Kerasukan Setan Rakus

"Keluar kau dari tubuh anak ini!"
"Aaaaah tidaaak mauuu!"

"Mau kamu apa?"
"Saya mau salome tamnos, yang goreng 50 ribu yang rebus 50 ribu, tolong sambal kacangnya harus banyak, oia kuahnya tolong dipisahkan. Kalau tidak saya bawah anak ini bersama saya ke dunia lain!"


"Turuti saja pak pendeta, daripada Itis mati, kan kita juga yang susah, tak ada yang bisa kita suruh-suruh lagi" sahut FheBy menambahkan.

"Hmm baiklah, tapi kamu, wahai iblis, harus keluar setelah kami turuti permintaanmu!"
"baik."

sumber gambar : rumahberhantu.com


15 menit kemudian pesanan salome tamnos pun datang

"Ini pesanan kamu, sekarang keluar dari tubuh anak ini!"

"Terimakasih pak pendeta tampan " ucap iblis sembari keluar dari tubuh Itis

10 menit setelah tersadar tiba-tiba iblis masuk ke tubuh Itis lagi

aaaaahhh ruuuaaaah whoaaa aaaaaargh

"Kenapa kamu masuk lagi?" tanya pendeta heran.
"Air di galon habis pak lupa diisi, tolong isikan pak, pleeeeeaseeee"

Pesan moral : jangan mau berkompromi dengan setan, nanti bisa seperti Itis jadinya huft
Pengarang : Christian Y. S. Giri aka Chritis Ghaza

Puisi-Puisi Vivi Lassa; Pertanyaan Setelah Cinta

Pertanyaan Setelah Cinta

Aku hanya perempuan yang sedang terlena hasrat bumi.
Sedang yang dititip padamu adalah nafsu.
Dan suatu malam menjadi kita.

Entah itu dosa atau bukan.
Tak begitu pasti.

Panas itu merambat hingga ke ubun-ubun
sedang aku tak bisa mengelak tentang nikmat.
Tak lagi berpikir tentang yang harus dijawab nanti.
Kamu buta, begitu juga aku.

Cinta!
Setelah semua pergi, akankah kau setia?
atau justru kau yang khianat!
Karena kasur ini akan kembali sendiri berteman jiwa yang sepi.

Kupang. 13 Mei 2019.

.........................................................................

Haruskah

Kepada yang mencinta
Mulut dan otakku ingin kemana-mana
Perihal cinta yang tak sampai
Perihal kita yang tak jodoh
Perihal luka-luka yang menganga
...
Dan kini kita tak bisa apa-apa
Status adalah darah yang kental
Kita
...
Hanya manusia-manusia yang jatuh pada cinta yang salah
Lalu haruskah anak manusia luka-luka dari cinta yang diberi sang Tuhan?

 .........................................................................

Hidup
B. I
Seorang perempuan jalang mengeluh
Seribu jari terulur padanya saat malam
Tapi tak satupun menghapus air matanya
Waktu nanti sebagai apa aku dikenang

Mungkin meratapi cerita dulu-dulu
Bagai sebuah kutuk
Saat nanti
Malam menarik kafan untuk mayatnya sendiri
Sedang beberapa biji mata hanya berziarah kesini

Mungkin memastikan
Bumi tidak saja dibasahi dengan tetesan hujan
Tapi juga air mata dan peluh dari darahku.

Kupang 14/06/19


Vivi Lassa  merupakan seoarang mahasiswi Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT. Yang berasal dari kabupaten Timor Tengah Selatan

Puisi-Puisi Bas Woda; Nol Kilometer

Cahaya Mataku

Wahai kau cahaya mataku
Tak perduli di pelukan mana kau kelak
Aku adalah cinta yang tak bisa kau elak
Bila kau terluka karena dunia tularkan bisa
Atau seluruh hatimu kau berikan tanpa sisa

Kepada suatu ketiadaan
Kau menghamba kepada badan
Atau kau lupa kepada teladan
Tujuh bait yang ku bekalkan, kau sifati tanpa pegangan

Menjadi buih, aku takkan memaksa kau memilih
Menjadi buih, aku tau kita pasti akan berselisih
Aku berpegang niscaya, kau kukuh pada semesta raya
Tapi aku yang paling mengerti kapan kau dalam bahaya

Baca jugaPuisi-Puisi Bas Woda; Gerbang Arafah

Wahai kau cahaya mataku
Empat puluh musim dari sekarang
Entah di bumi mana kau bertualang
Pekalah pada isyarat, pahami yang tersirat

Longgarkan penutup diri
Tegarlah berdiri
Hayati tampil sebagai paderi
Taukah kau dua mata koin tak mungkin berakhir seri
Fitrah kita adalah memilih

Sehelai rambut dibelah tujuh, nasab bukanlah penentu
Sejatinya kita adalah musafir dari masa lalu
Maka sisakan sedikit rasa malu

Wahai kau cahaya mataku
Tinta menggores kertas kalimat menggores hati
Hidup berujung mati begitulah kodrati
Cari buhul pegangan sebelum fitnah berkumandang
Sungguh kau yang menentukan.
Sampai bertemu di tanah yang lapang

Baca jugaPuisi-Puisi Chritis Ghaza; Memperkosa Rindu

Nol Kilometer

Kita akan belajar tentang menerima
Menyerah tanpa syarat kepada problema
Kita berjuang, katanya hingga penghujung titik
Nyatanya kita kalah cerdik

Lalu keinginan menguap seperti embun jam setengah tujuh pagi
Kita biarkan rasa, berfikir siklus selalu berulang
Titik lompat yang terlewat nanti di depan dapat
Kau tau?, Bunga yang sama tak mekar dua kali

Tiap lekuk adalah kisah
Tiap kelopak memiliki ciri warna dan aroma

Tak harus sama mewangi
Karena tatapan tak peduli tak akan pernah memahami
Cuma kepada yang sedia tundukkan dahi

Sang mawar kan beri semerbak
Dan bahagia yang tak terlalu mahal.

Surabaya,13 februari 2019

Baca jugaPuisi-Puisi Vinsensius Vianey Siwe; Kepadamu Penunggu Fajar

Thumbler

Kenapa kau merasa kecil
Kenapa mengalah berarti bergerak ke pinggir
Tidak semuanya mesti diteriaki
Tidak semuanya bermaksud memaki

Kau memandang tertindas
Dari matamu bulan terlalu panas
Padahal banyak yang menari
Ditemani cahaya matahari

Yang berjalan ke kiri kau pikir salah
Lalu untuk apa arah?
Ada benar karena salah berkorban
Tak marah dikambing hitamkan

Baca jugaPuisi-Puisi Nana Tupuama; Pasrah

Kenapa kau tetap membenci
Padahal tidak ada yang menghakimi
Kau ketakutan pada cermin
Kau khawatir kepada suara hati

Kau diperangi dirimu sendiri
Kau dimangsa kecemasan, ketakutan
Kau cuma dikoreksi bukan dikhianati
Kau cuma di ingatkan bukan diperingatkan.

Surabaya, 3 april 2019


Bas Woda merupakan seorang penyair yang berasal dari Kalabahi-Alor yang saat ini berdomisili di Surabaya



4 Perbuatan Sederhana Ini Sangat Berarti Bagi Orangtua Kalian!

Orangtua sering dianggap sebagai wakil Tuhan di bumi ini, bagaimana tidak orangtua akan mendidik, membimbing dan melakukan hal-hal luar biasa bagi kita yang takkan terbalaskan sampai kapanpun.

ilustrasi merawat orangtua; sumber pixabay.com

Namun di masa sekarang sering didapati banyak anak-anak yang membuat orangtua mereka kecewa, membuat orangtua merasa sakit hati dan kadang membuat orangtua merasa "gagal" menjadi orangtua itu sendiri. sebagai anak saya juga kerap kali mengecewakan kedua orangtua saya.

Dan di kesempatan ini saya akan memberikan beberapa hal yang dapat kalian terapkan agar nantinya tidak akan membuat kalian menyesal di kemudian hari seperti saya.

untuk itu mari simak baik-baik pembahasan saya dibawah ini!

1. Membantu Pekerjaan Di Rumah

"Udah jelek, nakal, malas tak pernah membantu pekerjaan orangtua di rumah? fix lu harus tobat sobat."

ini adalah hal sepeleh yang tak banyak dilakukan oleh anak ketika dirumah. seperti mencuci piring, mengepel lantai, mencuci pakaian orangtua, membersihkan rumah dan sebagainya.

sadari, dengan membantu pekerjaan di rumah dapat meringankan letih orangtua. biarkan mereka santai sedikit dari pusingnya mengurus kehidupan ditambah lagi mengurus kalian.

ilustrasi mengepel; sumber : stocksnap.io

jangan mengeluh, ini kewajiban lu.

menurut survey saya, anak yang biasa mengeluh dan malas membantu pekerjaan di rumah sendiri lebih rajin di rumah pacarnya. cara sampah dan rendahan ini biasanya dilakukan untuk menarik perhatian pacar dan calon mantu, mohon jangan ditiru!

Baca juga : Mengapa Harus Bolos Sekolah?

2. Berikan Waktu Untuk Bersama

Saya biasanya selalu mengajak alm. bapak dan alm. ibu saya untuk bicara singkat meski bukan pembicaraan serius, kalau tidak saya selalu melakukan hal lucu untuk sekedar membuat mereka tertawa, menonton televisi, atau mengajak sekeluarga berdoa bersama.

namun di bulan-bulan terakhir  kepergian alm. ibu, saya jarang meluangkan waktu untuk mengajak beliau berbicara karena saya jarang pulang rumah waktu itu. sebagai pengingat mohon jangan seperti saya, jika tidak kalian akan menyesal karena membuang waktu berharga bersama mereka. Ingat baik-baik, waktu tak dapat diputar, maka belajarlah menghargai waktu bersama orangtuamu.

jika kalian jauh sempatkan waktu untuk menjenguk atau menelpon orangtua kalian. karena seperti yang saya bilang, waktu itu berharga!

Baca juga : 5 Tips Menjalin Hubungan Dengan Seorang Yatim Piatu

3. Berikan Hadiah

"Ma, Bapa, ini sate kambing kesukaan kalian. Harap dimakan sampai habis dan jangan dibagi ke adik-adik" hahaha

saya sering melempar guyonan tersebut sambil menyodorkan sate kambing kepada mereka berdua.

setiap kali hari gajian saya membelikan beberapa hal yang mereka sukai atau hal yang mereka butuh meski tak seberapa, namun di mata mereka hal-hal tersebut sangat mahal nilainya.

ilustrasi hadiah; sumber : pixabay

kalian bisa mencobanya. mungkin dengan membawa mereka naik roller coaster misalnya hehehe jangan!, sayangi jantung orangtua kalian.

atau mungkin dengan memasaki makanan kesukaan mereka itu sudah menjadi hadiah spesial buat mereka. trust me, it's works (korban iklan :D)


4. Mendoakan Mereka

"Di doa ibuku, namaku disebut, di doa ibuku dengar ada namaku disebut"

kalian tahu lagu itu? lagu itu menggambarkan bukti cinta dan ketulusan yang tinggi dari orangtua kita.

tetaplah berdoa untuk mereka, untuk kesehatan mereka, untuk lindungan Tuhan bagi mereka.

ilustrasi berdoa; sumber : pixabay.com

jangan hanya doa minta jodoh atau hanya nama pacar yang disebut dalam doa terus. mereka juga membutuhkan itu.

saya juga turut mendoakan orangtua kalian dan seluruh orangtua di dunia ini agar tetap sehat dan diberikan kesempatan untuk melihat kalian sukses. amin.

mungkin hanya ini dulu yang dapat saya sampaikan, Oia, jangan lupa klik tombol share sosial media yah, untuk pembaca setia blog ini saya mengucapkan terimakasih, I love you all, God Bless!