‘Mengatur’ Negative Thinking agar Tak Sering Datang

Banyak lho, masalah yang timbul dari negative thinking. Mulai dari kesalahpahaman, permusuhan tanpa sebab, aksi provokasi, bahkan sampai perang saudara. Inilah mengapa negative thinking harus segera disapu bersih dari hidup kita. Pikiran negatif itu bukan hanya berbentuk prasangka buruk, tetapi juga kebiasaan mengingat pengalaman buruk, kebiasaan mencatat kesalahan orang lain, kekhawatiran berlebih, sikap obsesif, ambisius dan dendam.

Menyingkirkannya pun dibutuhkan tekad yang kuat. Karena negative thinking pada dasarnya adalah penyakit hati setiap manusia, jadi untuk menghilangkannya nyaris sama dengan melawan diri sendiri. Jika kita kesulitan membiasakan diri untuk berpikir positif, cobalah cara-cara berikut ini :

1. Metode 'salah tempat'
Sekali seumur hidup kita pasti pernah mengalami ini : entah bagaimana caranya kita berada di suatu tempat. Selama perjalanan mungkin kita melamun atau ngobrol dengan teman, sampai tidak menyadari mengapa kita berbelok ke arah yang salah. Atau ketika kita hendak mengunjungi seseorang di rumah sakit, ternyata kita salah kamar. Kita pun melihat kode kamar di pintu dan mengetahui bahwa ruangan yang kita masuki salah. Lalu kita pun berbalik dan menuju arah yang benar. Nah, hal ini bisa juga dimanfaatkan untuk menyingkirkan pikiran negatif.
"Life has many ways of testing a person’s will, either by having nothing happen at all or by having everything happen all at once."
- Paulo Coelho -
Ingat kembali mengapa kita bisa memiliki pikiran negatif. Mengapa kita begitu dendam, benci, khawatir, atau menilai buruk seseorang/situasi tertentu. Apa yang pernah terjadi? Perlukah kita marah sedemikian rupa? Tidak. Lihatlah sisi positif dari peristiwa tersebut, lalu kembalilah pada jalur yang benar.

2.Mengumpan
Semakin kita berusaha mengingat sesuatu, kita semakin lupa. Tapi, semakin kita ingin melupakan sesuatu, kita akan ingat. Kontradiksi ini bisa kita manfaatkan untuk menyingkirkan memori negatif yang sering menimbulkan dendam dan prasangka. Kita akan membaliknya: mengingat hal-hal negatif dan melupakan momen yang menyenangkan.
Ketika ada peristiwa negatif, kita harus selalu mengingatnya. Ingat juga keburukan setiap orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Tanpa kita sadar, sambil kita berusaha mengingat, otak kita juga mulai bersikap permisif pada keberadaannya. Semakin lama kita akan membiarkan kenangan buruk itu terus ada, lalu kita akan memaafkannya. Setelah kita memaafkannya, maka pikiran negatif kita sudah berubah. Belum menjadi positif, hanya menjadi lebih netral dan tidak lagi berpikir buruk.
"The power of positive thinking is like a car with a powerful engine that can take you to the summit of a mountain."
- Unknow -
3. Ungkapkan dalam puisi

Kita tidak harus menjadi penyair. Tetapi, ketika terjadi hal buruk, mendadak diri kita akan lebih puitis. Kita akan menuliskan hal buruk tersebut ke dalam kata-kata yang indah sekaligus menyayat. Bagi yang senang menulis saat sakit hati atau sedih, bisa mencoba metode puisi ini.

Richard Petty, seorang peneliti dari Ohio State University, mengamati perilaku para siswa yang diminta untuk menjelaskan tentang dirinya dalam selembar kertas. Ternyata banyak yang tidak puas dengan dirinya sendiri. Setelah menngungkapkan perasaan dan pikiran di kertas tersebut, sebagian ada yang merobek dan membuangnya. Nah, saat merobek dan membuang inilah seseorang juga membuang pikiran negatif dari dirinya.

Buanglah kertas puisi kita, sobek menjadi remah-remah, atau remas menjadi bola yang kusut, lalu buang dengan segenap tenaga. 
"When you have control over your thoughts, you have control over your life"
- Unknow -
4. Alihkan perhatian dengan kesibukan

Saat kita sibuk bekerja atau menyelesaikan tugas kuliah, kita akan lupa bahwa kita lapar, lelah, mengantuk. Kita juga lupa pada pertengkaran dengan pacar atau teman. Nah, hal ini perlu dimanfaatkan untuk menghilangkan negative thinking. Sibukkan diri kita dengan berbagai aktivitas, misalnya berolahraga, bekerja sambilan, membersihkan rumah, merapikan pakaian di lemari, ngobrol dengan teman, ikut acara kumpul komunitas, nonton teater, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan.
"Happy thoughts attract happy people into your life. Happy thoughts fill your life with happiness"
- Unknow -
Dengan mengikuti trik di atas, lama kelamaan kita akan menyadari bahwa negative thinking hanyalah bentuk penggunaan waktu yang sia-sia. Negative thinking adalah menyakiti diri sendiri tanpa kita sadari. Sadarilah bahwa masih banyak sisi positif dari setiap hal.

1 komentar

Sejauh ini hanya 10 % komentar yang disetujui di blog ini maka berkomentarlah dengan bijak dan sesuai konten, komentar spam akan diblokir. harap mohon pengertiannya dan saya sangat berterimakasih atas komentar kalian :)
EmoticonEmoticon