Ladies, Ini 12 Nasehat Sebelum Menikah Yang Harus Kalian Pahami

Pernikahan merupakan momen sakral sekali seumur hidup, Pernikahan adalah menyatukan dua pribadi, tentu beserta ego

Pernikahan bukan seperti pacaran yang saat bosan kita bisa berkata putus sesuka hatimu. Ada komitmen yang harus kita jaga dalam pernikahan.


sumber gambar : kompasiana.com


 Untuk itu silahkan simak baik-baik nasehat yang tentunya bisa membuka pandangan para ladies agar pernikahannya bisa langgeng hehe :D :)

1. Kepentingannya sama pentingnya dengan kepentingan yang kamu miliki, jangan egois tetapi kamu juga harus ingat kamu juga memiliki kepentingan yang harus diselesaikan. 

2. Suami bukan paranormal yang tahu semua isi pikiranmu, maka katakan dengan jelas apa yang kamu inginkan. Stop bermain kode. ini bukan permainan tebak-tebakkan yang sering wanita mainkan 

3. Tidak perlu membesar-besarkan masalah sepele. Jangan biarkan suami lelah dengan drama yang kamu buat sendiri. sebagian besar wanita suka berdrama ria, tolong hentikan itu pernikahan bukan sinetron yang penuh drama 

4. Biasakan untuk membicarakan semua hal, terutama masalah keuangan. Jelaskan secara detail rencana keuangan yang kamu harapkan setelah pernikahan. 

 ingat salah 1 faktor terbesar pendukung perceraian adalah masalah keuangan jadi sebisa mungkin dibicarakan secara detail dan transparansi.
  
5. Selalu manjakan suami anda seperti masa-masa pacaran :) 

6. Saat ada masalah dengan mertua, curhat senetral mungkin. Jangan menyinggung perasaannya dengan perkataan, ingat mertua adalah orang tua pasangan dan sekarang orang tua kamu juga. jika Be wise ladies.  

 Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :
 

7. Pernikahan adalah penggabungan kedua diri menjadi 1 termasuk dalam keluarga, keluarganya dia adalah keluargamu begitupun sebaliknya. 

Jika kamu tidak bisa menerima keluarganya dia apalagi tidak bisa menerima orangtuanya maka pernikahan tersebut akan porak-poranda, sekali lagi be wise ladies 

8. Jika kamu berniat mencari pasangan untuk menikah, cari yang satu visi, yang dapat berkomunikasi dengan baik, hindari calon pasangan yang hobi mendiamkan masalah. 

9. Menikahlah karena kamu sudah siap, bukan demi memenuhi gengsi dan kebahagiaan orang lain sekalipun itu orang tua kamu. 

jika kamu menikah hanya mau menuruti kebahagiaan orangtua dan gengsi percayalah pernikahan kamu juga akan masih porak-poranda. pernikahan itu butuh persiapan yang lebih dari extra maka itu persiapkan diri sebaik mungkin.


10. Pahami pasangan kamu, dengan mendukung kelebihannya dan tidak melemahkan kekurangannya. tetap support dia dengan cara yang baik bukan kamu malah melemahkan dia atau mengurangi semangatnya. 

11. Pahami ruang pribadinya, meskipun sudah menikah pasangan juga butuh sendiri.

dia juga punya hobby yang ia tekuni jadi jangan pernah melarang apa yang iya tekuni. dengan melarang hobby positif yang ia tekuni maka akan membuat dia makin jauh darimu,

hobby mampu menghilangkan stress dalam kehidupannnya atau stress dalam hubungan kalian, hargai hobbynya dia. tentu saja kamu tidak mau kan dia menjalani kehidupan dengan penuh stress.

 dia juga punya sahabat dan teman jangan buat dia seperti hanya untukmu saja, jangan kekang dia. buang egomu, pria adalah manusia dengan tingkat sosial yang tinggi.

 dengan melarangnya dia akan lebih "gila" lagi, dengan berbuat begitu dia tidak akan merasa nyaman lagi dan mencari pelarian lain yang tentunya tidak baik lagi hal dan memperburuk hubungan kalian.






12. Jangan mengkritik mertua atau teman-teman pasangan Anda. Anda tahu keluarga bisa menjadi kerikil dalam rumah tangga Anda.

Itulah mengapa Anda harus bersikap baik dengan mertua dan teman pasangan Anda. Bahkan ketika ia mengeluhkan sikap keluarga atau sahabatnya, hal terbaik yang Anda lakukan adalah berempati dan menjadi pendengar yang baik.

13.  Beritahu pasangan Anda tentang pertemuan dengan lawan jenis, Apakah Anda mendapatkan permintaan teman Facebook atau tanpa sengaja bertemu dengan mantan di pertandingan sepak bola anak Anda, tidak menceritakannya kepada pasangan bisa menjadi bumerang. "Kalau tidak ada apa-apa untuk disembunyikan, mengapa menyembunyikannya?"

14.  Tidak memberi nasihat yang tak diminta, "Kita cenderung memberikan saran karena berusaha untuk membantu, tapi itu akan dilihat sebagai kritik ketika melakukan koreksi terlalu banyak," kata Harriet Lerner, PhD, psikolog klinis, penulis Marriage Rules: A Manual for the Married and the Coupled Up.

Hal ini berlaku untuk segala hal dari pilihan pakaian suami Anda hingga cara ia mengatasi masalah kerja.

Berikan pasangan Anda ruang untuk membuat keputusan dan mendapatkan kepercayaan melalui trial and error-dan meminta bahwa ia melakukan hal yang sama untuk Anda, kata Dr Lerner. "Yang penting dalam suatu hubungan bukan hal harus dilakukan dengan ‘benar’ tapi dua orang yang berdedikasi untuk memberikan kontribusi untuk kebahagiaan masing-masing.

15. Jangan mengambil alih sepanjang waktu, Apakah Anda mengelola keuangan karena Anda tidak berpikir dia bijak, atau Anda mungkin merasa lebih nyaman melakukan semua pekerjaan?

 "Para pasangan yang selalu mengambil alih semua tanggung jawab dapat menjadi lelah dengan peran itu," kata psikolog. LeslieBeth Wish, EdD, dan pada akhirnya akan marah bahwa segala sesuatu menjadi bebannya.

Selalu minta pendapat pasangan Anda untuk berbagai hal.

16. Jangan mengungkit masa lalu :Sangat penting untuk menangani isu-isu yang terjadi dan datang untuk mencari pemecahan,

bukan menyalahkan. Jika ia pernah membuat kesalahan masa lalu dan masalah tersebut terulang kembali seperti tabungan yang habis, lupa menghadiri pertunjukan drama anak karena sibuk atau apa saja.

Simpan energi kalian untuk memecahkan masalah daripada meyalahkan serta hindari kalimat,”Kamu selalu saja...,” atau “Kamu tak pernah...,”

17. Jangan menimbun kekesalan. "Katakan pada pasangan Anda mengapa itu mengganggu Anda dan bahwa Anda ingin mencari solusi," saran Dr. Wish. Misalnya, kebiasaan suami yang berantakan di rumah. Namun patut disadari untuk memahami bahwa dia tidak merencanakan membuat Anda marah. setiap kali dia ceroboh atau pelupa.

Permintaan akan lebih didengar daripada omelan.

18. Jangan memposting pertengkarandi sosial media, kalian bukan anak kecil lagi yang baru seperti pacaran selalu update status di media sosial kalau bertengkar. 

melakukan hal bodoh tersebut hanya akan merendahkan harga diri pasangan atau membuatnya malu diantara teman dan keluarganya.

18. Jangan gunakan kata cerai, Bahkan jika Anda sedang dalam adu argumen yang panas, hindari mengancam untuk pergi. Selain katacerai itu menyakitkan, peringatan berulang-kali dapat mengakibatkan pasangan tersudut untuk mengabulkan permintaan Anda.

"Mengancam perceraian tidak pernah berguna, dan hanya membuat kemungkinan perpisahan terjadi," ungkap Dr. Lerner.


Bagaimana ladies? mudahan ke-18 nasehat diatas bisa membantumu untuk kehidupan pernikahan kamu kedepan nantinya.

jika artikel ini berguna mohon SHARE/BAGIKAN agar yang lain tahu, jikan kamu ingin mengcopas artikel ini mohon cantumkan link sumber artikel ini, terimakasih :)
Chritis Ghaza
Belajar seumur hidup, menjadi murid selamanya

Related Posts

Posting Komentar

Loading...
Masukkan emailmu untuk mendapat pemberitahuan artikel terbaru