Puisi-Puisi Vinsensius Vianey Siwe; Kamboja merah Jambu

Luka, Terimakasih

Selamat malam
Inginku sederhana, hidup dari mencintaimu
Namun kau tak pernah singgah tuk sejenak merapikan tumpukan rasa yang ku biarkan berdebu atas namamu.

Selamat malam
Semua kata darimu ku arsipkan, di sudut-sudut pustaka kalbuku, namun kau menerima lupa atas semuanya itu,
Lalu menghempas kompasku, menggengam pergi jemari lain bukan aku.

Selamat malam,
Maaf bila masih saja memaksa rindu
Walau kau sedang mecandu cinta yang lain
Maaf bila masih saja memaksa rangkul
Walau tanganmu sedang memeluk raga yang lain

Selamat malam,
Maaf aku masih saja menutup mata menemui bayangmu disana,
Maaf aku masih saja mencintaimu dengan segala tegas manjamu di waktu yang kau anggap lalu dan halu

Selamat malam, salam dari kediaman tanpa secercah temaram tentang kita.

baca juga : Puisi-Puisi Hilde Ngawan; Memori Yang Ku Kenal
 

"Kepadamu Puan" 

Puan, pernahkah terdengar jeritan hati yang patah namun terus melata meski tak selalu ditatap?
Puan, pernahkah sekedar menggelar tubuh di atas tanah dan membayangkan jutaan mimpi remuk tertumbuk keraguan?

Puan, tahu kah puan, jutaan hasrat harus terkapar meski tanpa kepastian kabar menyambar rasa sabar?

Tolong puan,
Jangan abaikan jeritan itu, cobalah tatap dan pahami meski sekedar melempar garis senyum ke dalam pupil hitamnya

Tolong puan,
Jangan bawa daku mengarungi ruang bunga-bunga tidur yang menjelma bilur-bilur putus asa
Jangan puan,
Lebih baik baik terkapar lapar, jika harus terkapar lelah menanti kabar kepastian.

baca juga : Puisi-Puisi Theresia Avila; Pertiwiku Berduka

Kamboja Merah Jambu

Ku dengar tulangmu kering
Meski di tengah kerindangan awan penumpah hujan
Jika rindu yang menghimpit akar-akarmu
Biarkan ku terpa pucukmu dengan sepoi-sepoi bayu

Mungkin nadimu tak akan sesak
Oleh rasa yang sesat di cabang-cabang tenggorokan...
Kamboja merah jambu,
Tetaplah berseri..

Sebab kabut pun takkan mampu menculik mentarimu
Tegarlah..
Sebab kupu-kupu yang segar pun
Akan terkapar jika kelopakmu tak mekar

baca juga : Puisi-Puisi Chritis Ghaza; Memperkosa Rindu


 
Vinsensius Vianey Siwe merupakan mahasiswa Jurusan Usaha Perjalanan Wisata prodi UPW Kampus Politeknik Negeri Kupang yang berasal dari Aimere, Bajawa
 Jangan lupa klik tombol share dibawah ini, karena berbagi itu peduli
Chritis Ghaza
Belajar seumur hidup, menjadi murid selamanya

Related Posts

Posting Komentar

Loading...
Masukkan emailmu untuk mendapat pemberitahuan artikel terbaru