Kuntilanak Itu Istriku (Part 1)

KUNTILANAK ITU ISTRIKU


Part 1

Malam itu Deddy nekat menerobos sergapan hujan lebat yang mengintainya sejak perjalanan dari Kupang menuju Amarasi.

Tekadnya untuk bertemu pak Gusty sudah bulat. Bagaimana tidak, Deddy terlena dengan tawaran dari pak Gusty, sang dukun sakti yang menjanjikan kekayaan yang tak pernah habis selama tujuh turunan.

"Dasar pemuda miskin, berani sekali kau datang melamar anak saya tanpa bermodalkan apa-apa. Pergi sana, kau hanya boleh kembali kesini setelah kau kaya raya." Kepala Deddy mengulang memori penghinaan tersebut dari ayah Anni, wanita yang sudah 3 tahun ini menjalin kasih dengannya.

Deddy berniat melamar wanita yang sangat dicintainya tersebut. Namun, hanya penolakan dan penghinaan yang ia terima. Sehingga Deddy kalap mata dan nekat ingin menemui pak Gusty.

"Aku akan buktikan kepada tua bangka sialan itu, kalau aku bisa kaya raya dalam waktu yang singkat, hmm..." batin Deddy.

chritisghaza.net
Kuntilanak itu istriku part 1, sumber : chritisghaza.net


Motornya kembali dipacu dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah pak Gusty.

Saat akan memasuki area hutan, Deddy buru menekan rem motornya. Nampak, Bulu kuduknya berdiri dengan perasaan setengah takut.

"Duh gelap sekali, tak ada lampu di sepanjang jalan, hutannya rimbun pula. Ah...sudahlah demi bisa melamar Anni."

Dia mulai menancap gas sekencang-kencangnya karena takut, apalagi ditambah suara dari burung hantu dan lolongan anjing liar yang turut menemani perjalananya. 

pppppprrrrrrrrrrttttttt..... 

Bunyi gemericit ban motor akibat Deddy yang menekan rem sekuat tenaga.

Dia kaget dan takut setengah mati saat melihat sosok ular piton besar di tengah jalan. Ular tersebut kemudian seolah menengadahkan kepala dan menatapnya.

Mulut Deddy kaku, tak satu pun suara yang terdengar keluar dari mulutnya,  beberapa menit kemudian ular tersebut pergi, ditatapnya hingga ular tersebut hilang dari pandangannya, lalu Deddy memalingkan kepala ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keadaan sekitar. Setelah dirasa aman Deddy pun melanjutkan perjalannya.

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Deddy tiba di rumahnya pak Gusty. Tampak sebuah rumah tua, dengan pagar kayu yang mulai lapuk dan hanya diterangi oleh cahaya pelita.

Dia lalu turun dari motornya dan perlahan mendekati pintu.

Tok, Tok, Tok
Tok, Tok, 

"Pak Gusty..."
"Hallo pak Gusty..."

Kriiiik....

Bunyi pintu yang dibuka dari dalam

Tampak sosok tua renta, dengan sedikit membungkuk dengan sorot mata yang tajam membuka pintu.

"Ah...selamat malam pak, saya Deddy, temannya Itis yang tadi bicara sama bapak via telepon."

"Ayo masuk..." Ujar pak Gusty sedikit ketus.

"Terimakasih pak."
"Silahkan duduk!"
"Iya pak." sahut Deddy sedikit canggung.

"Tunggu saya buatkan kopi."
"Baik pak terimakasih."

Sambil menunggu pak Gusty membuat kopi, Deddy bangkit dari tempat duduknya dan menatap foto-foto dulu yang tergantung di dinding kayu rumah tua itu, Deddy merasa ngeri dengan sosok orang-orang di dalam foto tersebut.

"Mereka adalah kakek dan nenek saya serta rekan-rekan mereka."

Deddy pun tersentak kaget dan hampir menjatuhkan pigura foto-foto tersebut dari dinding.

"Ah bapak maaf saya kaget, habis bapak munculnya tiba-tiba."

"Hmm, ini kopimu, minumlah, malam ini kamu beristirahat saja dulu, besok baru kita persiapkan hal-hal yang diperlukan untuk ritual."

"Baik pak, tapi saya belum mengerti ritual apa pak? soalnya Itis tidak pernah menceritakan secara detail ritual yang ia jalani dulu di sini."

"Hm, jangan banyak tanya! Kamu mau cepat kaya kan seperti Itis?

"Maaf pak sudah lancang, iya pak saya mau sekali, saya ingin membuktikan kepada ayah kekasih saya kalau saya juga bisa dan berhak kaya."

"Bagus, kemungkinan besar akan berhasil jika kamu punya dendam dan ambisi yang besar."

"Tapi mohon maaf pak, saya hanya ingin tahu ritual apa ini, maaf pak saya lancang, saya hanya ingin memastikan kalau saya tidak kenapa-kenapa nantinya."

"Hmm, aku akan menikahkanmu dengan kuntilanak merah."

"Ap ap aaapaaaaaaa?" Sahut Deddy dengan terbata seolah tak percaya.

bersambung ke → KUNTILANAK ITU ISTRIKU PART 2


Versi Video Text

Chritis Ghaza
Belajar seumur hidup, menjadi murid selamanya

Related Posts

Posting Komentar

Loading...
Masukkan emailmu untuk mendapat pemberitahuan artikel terbaru