Puisi-Puisi R Vivian, Wanita Penjelajah Rimba

WANITA PENJELAJAH RIMBA Bersaing dengan sang jago
dikau bertarung melawan kantuk dan lelah
yang menerpa pundakmu yang kini kian melemah.. dibawah naungan sang langit biru
di kala mentari mulai menampakan senyum sinisnya seolah berkata,

"ahkk mungkinkah?
Namun dengan pasti
dikau mengayun langkah,
perlahan setapak demi setapak menyusuri tiap lorong,
bahkan duri dan kerikil pun tak kau hirau kan..
Ahh bunda..
Seandainya saja telapak kakimu bisa bicara
mungkin saja ada begitu banyak hal yang tak terperihkan mengalir dari mulutnya. . Wanita penjelajah rimba... Tiap tetes keringatmu kini menjadi embun Sentuhan halus nan manja itu seolah menyapa ibu pertiwi.. Bangga menjadi milikmu.. Dikau Dewiku Bidadari surgaku...

...............................................................................................................................................................................

SENJA KU Kau hadir bersama semilir angin laut di ufuk barat pulau Hatiku Menyapa dan menepuk pundakku secara perlahan seolah mengucap selamat datang... Merongrong masuk kedalam ruang hatiku yang sudah sekian lama kosong tak bertuan.. Tak pernah ku sangkah datang mu begitu tiba-tiba membuat Ku tersadar akan waktu yang sudah semakin malam..
Sejauh itu,

kita bukan hanya sebatas senja yang menandakan datangnya petang yang indah,
namun hingga pada menghadirkan malam yang gelap.. Ingin ku lalui pekatnya malam itu menunggu hingga datangnya hari baru yang cerah bersama mu.. Dear ID

.....................................................................................................................................................................................

TANGISAN ANAK BANGSA Teriakan serak pendamba sentuhan halus khas jemari para petinggi.. Mencoba memanggil sambil melambai tangan memukul dada mengharapkan belas kasih darimu.. Tetes demi tetes air matanya jatuh perlahan membasahi pipinya.. Entah apa yang kini ia pikirkan namun rasa kecewa jelas tergambar pada wajah nan kusam itu.. Wahai para penyambung lidah penerus suara Lupa kah anda pada Dia yang dulu bersusah payah mempertahankan bangsa ini? Lupa kah anda pada mereka yg berani mempertaruhkan nyawanya demi tanah ini? Sia-sia semuanya.. Suara parau itu kini semakin hilang perlahan ditelan gemuruh riuh suara ibu Kota Dan seolah terhalang oleh kaca Mercedesmu.. Wahai pria berdasi Kepercayaan kami.. Salam damai dari hati..

.....................................................................................................................................................................................

PECANDU SEPI Pesona senja di ufuk barat
kini beralih pandang bertukar posisi
dengan sang gelap yang semakin mendekat,
berusaha memeluk dan merangkul dalam kekalutan
berselimutkan dingin yg kian menikam sukma..
Kalut, iya betapa tidak Sunyiku datang menghampiri Bahkan sepihku semakin akrab menemani Seolah perlahan masuk dan meniduri jiwa yg kini merana dalam kebisuan...

..........................................................................................................................................................................................

R Vivian

R Vivian
merupakan seorang mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Kupang asal Lewoleba
Chritis Ghaza
Belajar seumur hidup, menjadi murid selamanya

Related Posts

Posting Komentar

Loading...
Masukkan emailmu untuk mendapat pemberitahuan artikel terbaru