Puisi-Puisi Vinsensius Vianey Siwe; Puan (Untuk Chen Chen)

Puan (Untuk Chen Chen)

Untukmu puan,
Bolehkah aku bertanya?
Adakah puan sudah bertuan?

Untukmu puan,
Bolehkah aku pinta?
Sudikah menjadi tanda titik dari segala cerita tentang patah hati?
Sudikah puan menjadi akhir untuk teka teki tentang siapa yang menemaniku hingga akhir takdir?

Untukmu puan,
Boleh kah aku bersuara, meski sekata di depan matamu?

Untukmu puan,
Haruskah ku bertekuk lalu mendongak kepadamu, agar kau dengar sebuah kata yang lahir dari sebuah pandang di awal jumpa
Untukmu Puan, Cinta.

...................................................................................................................................................................

Kamu

Kamu, salahkah bila ku mendambamu?
Kamu yang selalu ramah, senyummu adalah rumah untuk jiwa yang sepi

Kamu, boleh kah aku menghamba?
Kamu yang selalu menjadi ratu, untuk hati yang hendak retak

Kamu, senyummu selalu menggambarkan hangatnya senja di matamu
Dan dengan sengajanya ku ingin menjadikanmu rumah?

Salahkah?

Bagaimana menurutmu?

Kamu,
Sudahlah, jiwa ini selalu ingin dekat dalam eratnya pelukmu

Kamu,
Adakah kau tahu apa yang lebih menjengkelkan dari malam yang panjang?
Adalah kata yang senyap di balik rasa yang ku sebut cinta

Cinta yang seharusnya tak terjadi,
Namun hati selalu menyatakan dirinya apa adanya

Kamu,
Jika kataku mengundang bisu kala temu, dan mencipta lupa kala berpapasan di jalanan, maaf aku ucapkan sebelumnya.

Kamu, ku damba kau dapat mengeja dengan baik rasa yang riuh di mata ini

Baca juga :  Puisi-Puisi Vinsensius Vianey Siwe; Kepadamu Penunggu Fajar

...................................................................................................................................................................

Oktober

Selamat pagi Oktober,
Kini ku berdiri di awal tapakmu
Dengan harapan dan senyuman

Selamat pagi Oktober,
Saat ini ku berdiri dengan rasa yang tampak nyata,
Adakah hijau lampu di jalanan sana?

Selamat pagi Oktober,
Ku harap kita bersahabat, lalu cintaku dan cintanya bertepuk dalam pelukan penuh senyuman

Selamat pagi Oktober,
Sisihkan untukku hari terbaikmu,
Hari dimana kau hadirkan senja dengan jingga di matanya,
Hari dimana cinta tak perlu dikata, hanya perlu dirasa lalu bersama menata jalan ke depan

Selamat pagi Oktober,
Untukmu dari jauh ku kata cinta

Baca juga :  Puisi-Puisi Vinsensius Vianey Siwe; Kamboja merah Jambu

...................................................................................................................................................................

chritisghaza.net
Vinsensius Vianey Siwe
Vinsensius Vianey Siwe merupakan mahasiswa Jurusan Usaha Perjalanan Wisata prodi UPW Kampus Politeknik Negeri Kupang yang berasal dari Aimere, Bajawa
Chritis Ghaza
Belajar seumur hidup, menjadi murid selamanya

Related Posts

Posting Komentar

Loading...
Masukkan emailmu untuk mendapat pemberitahuan artikel terbaru