WOW, Tenyata Ini yang bikin Bule Jerman Jatuh Cinta Sama NTT

"Beragam budaya, begitu mengagumkan, Keelokan Alamnya, ohh sungguh 
mempesona, indahnya negeriku. Ku cinta aku Terpana, pesona Indonesia."

Masi ingat dengan syair lagu di atas?
Syair lagu tersebut merupakan syair dari lagu yg berjudul "PESONA INDONESIA."

Indonesia merupakan negara yang bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tapi 
juga kaya akan keberagaman budaya nusantara. Itu kenapa banyak orang bilang "Tanah kita Tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman."

Namun, itu adalah sudut pandang saya sebagai masyarakat Indonesia yang mana 
membuat saya bangga dengan tanah kelahiran sendiri. Nah, lalu bagaimana dengan 
pendapat para tourist asing mengenai Indonesia khususnya NTT? Apakah mereka 
mempunyai pendapat yang sama? Atau mungkin ada hal-hal spesial yang membuat 
mereka tertarik dengan Indonesia khususnya NTT. 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka akan saya berikan gambaran seperti apa sudut pandang tourist asing mengenai NTT yang sudah saya wawancarai sebelumnya.

picture credit : Michal Mastalerz

Adalah Michal Mastalerz seorang tourist asal Jerman yang berumur 33 tahun, ia mempunyai hobi travelling ke berbagai tempat seperti New Zealand, Papua Nugini, Cina, Thailand, Australia,Timor Leste dan Indonesia.

Ia berkunjung ke Indonesia pada Juli 2017 lalu. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang cukup luas sehingga ia memilih NTT sebagai tempat untuk memulai perjalananya.

Ketika dia datang ke NTT, dia memilih untuk menetap selama dua minggu. Dan selama dua minggu itu, dia menggunakan waktunya untuk pergi mengunjungi beberapa daerah seperti Kefamenanu, Niki-Niki, So’e , Semau dan Kupang.

Lalu apa yang membuat dia jatuh cinta dengan NTT? Berikut penjelasannya,

1. Berbeda Tapi Tetap Satu 

picture credit : Michal Mastalerz


Ini merupakan semboyan BHINNEKA TUNGGAL IKA yang tak lepas dari kehidupan 
masyarakat Indonesia. 

"Saat saya berada di NTT dan tinggal dalam sebuah keluarga, saya melihat bahwa banyak orang di sekitar saya yang tidak selalu bisa mengerti bahasa saya ketika saya berbicara. Tapi bagi saya, mereka unik dan menyenangkan. Karna ketika mereka tidak mengerti bahasa saya, itu bukan berarti mereka berhenti untuk berbicara dengan saya, tapi mereka semakin berusaha untuk mencari tahu apa yang saya katakan. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk mencari topik pembicaraan yang baru untuk dibicarakan. Mereka berbagi banyak momen penting dengan saya seperti ulang tahun, kegiatan-kegiatan rohani dan sebagainya." Ujar Michal

2. Ramah

picture credit : Michal Mastalerz

"Sikap ramah merupakan sikap yang sudah mengakar dalam diri orang NTT. keramahan orang NTT saya rasakan ketika saya diperkenankan untuk menumpangi truk dari Timor Leste ke NTT. Dan bukan hanya itu, senyum dan sapaan mereka terhadap orang baru merupakan tingkah laku yg belum pernah saya jumpai sebelumnya." ujar Michal.

3. Murah Hati Dan Saling Peduli

Sifat ini dia rasakan dan dia temui pada kehidupan orang NTT. 

"Ketika saya berkunjung ke NTT, dan belum mendapatkan tempat untuk tinggal, ada beberapa orang yang  saya temui. Mereka mengatakan bahwa jika saya belum mendapat tempat untuk tinggal, maka saya bisa tinggal bersama dengan mereka. Tingkah laku tersebut merupakan tingkah laku yang tidak umum atau tidak lazim dan sulit ditemukan di negara saya. Bagi saya, sulit untuk menemukan tipe orang seperti ini di negara lain, khususnya di Jerman. Keterbukaan mereka terhadap orang baru begitu sangat antusias tanpa memandang asal. Kepedulian mereka terhadap saya sangat saya rasakan saat itu." tutur Michal

4. Senyum Yang Positif (positive Smilling)

Senyuman merupakan salah satu hal mempunyai daya tarik tersendiri untuk mempengaruhi suasana hati seseorang. Hal itu memang benar. Ia mengatakan bahwa ketika dia berada di NTT, banyak orang baru yang belum ia kenal yang tidak sungkan untuk melemparkan senyuman yang positive dari raut wajah mereka.

5. Dianggap Saudara  Dan Dihargai 

picture credit : Michal Mastalerz

Orang NTT selalu menganggap dan memperlakukan orang baru seperti 
keluarga mereka sendiri. Michal juga merasa Terkesan dengan perlakuan orang NTT terhadap dirinya sewaktu tinggal di Niki-Niki dengan temannya Seo, 

"Ada hal yang membuat saya terpukau dan merasa sangat berbeda yang mana ketika mereka tidak keberatan untuk makan di satu meja yang sama dengan saya dan bukan hanya itu, mereka  selalu memperlakukan saya layaknya anggota keluarga mereka sendiri" ucap Michal

6. Makanan Yang Sederhana

"Makanan orang NTT merupakan Makanan yang cukup sederhana menurut saya. seperti jagung bose, Se’i babi dan masih banyak lagi makanan lainya. Tapi bagi saya ada satu makanan yang membuat saya tidak akan lupa dengan NTT yaitu Pisang Gepe. Pisang yang dibakar lalu dibalut dengan coklat dan parutan keju merupakan makanan yang sederhana dan cukup manis yang saya temui ketika berkunjung untuk melihat sunset di Pantai Tedis Kupang." Ujar Michal.

7. Gaya Hidup Yang Sederhana

"Saya melihat kehidupan mereka yang sangat sederhana, anak-anak yang bermain kelereng di tanah dan orang-orang tua yang kadang hanya memakai kain panjang menutupi lutut hingga di bawah mata kaki mereka, bagi saya itu merupakan gaya berpakaian yang sangat sederhana yang pernah saya temui."

Kesan Pertama Michal ketika berkunjung ke NTT untuk pertama kalinya ; 

picture credit : Michal Mastalerz


"Saya belajar banyak hal dari orang NTT. Saya Melihat dengan mata saya sendiri bahwa rumah, makanan, dan uang tidak mempunyai pengaruh atas kehidupan dan kebahagiaan seseorang. Banyak orang berpikir kekayaan adalah segalanya, tetapi dari mereka saya belajar bahwa kekayaan yang sesungguhnya bukan terletak pada materi tapi terletak pada hati."

Dari kesan yang ditutur Michal, saya mengambil sebuah pesan yaitu :

"Ketika kita punya apa yang kita butuh, sesungguhnya itulah kekayaan kita yang sebenarnya."

penulis merupakan mahasiswi jurusan Usaha Perjalanan Wisata Prodi UPW 4B kampus Politeknik Negeri Kupang
Chritis Ghaza
Belajar seumur hidup, menjadi murid selamanya

Related Posts

Posting Komentar

Loading...
Masukkan emailmu untuk mendapat pemberitahuan artikel terbaru