Kuntilanak Itu Istriku (Part 4)

KUNTILANAK ITU ISTRIKU


Part 4

"Tak mungkin selendang itu hilang begitu saja." Batin Deddy penuh tanda tanya.

"Apa mungkin diambil pak Gusty?, tapi pak Gusty tak kelihatan memegang selendang tersebut. Hm.. apa mungkin mimpi itu? ah... sudahlah aku tidur saja."

Rasa kantuk akhirnya menang melawan lamunan Deddy tentang selendang dan membawa Deddy dalam tidur yang lelap.

Hari pun berganti, pagi itu Deddy disapa oleh udara yang segar khas pedesaan di Amarasi dan indahnya paduan suara dari burung-burung yang bertengger di pohon jeruk limau di depan jendela kamar tempat Ia tempati.

"Sudah bangun kamu rupanya, mari ngopi dulu."

"Iya pak terimakasih, kebetulan juga saya ingin menceritakan sesuatu."

"Apa itu Deddy?"
"Semalam saya bermimpi aneh sekali."

"Ah sudahlah, tak usah membahas mimpi itu, toh mimpi kan cuman sekedar bunga tidur, tak usah disiram dan dipupuk nanti malah bertumbu dan akhirnya kamu kepikiran yang tidak-tidak." Ujar pak Gusty memotong pembicaraan.

Deddy hanya terdiam dengan sedikit kesal sambil menyeruput kopi panas di meja yang menunggu dikecap bibir Deddy sedari tadi.

"Aku mohon pamit sebentar untuk melihat daerah sekeliling sini pak." sahut Deddy

"Boleh, tapi jangan terlalu lama dan jauh soalnya malam ini kita akan memulai ritualnya, saya juga akan keluar sebentar untuk mempersiapkan ritual ini."

"Baik pak."

chritisghaza.net
Kuntilanak itu istriku part 4 : sumber : chritisghaza.net


Deddy lalu berjalan keluar rumah dan mengitari pekarangan, namun matanya tertuju pada pohon beringin besar di depannya.

Dia mendekati pohon itu , dipegangnya sambil mengitari pohon tersebut.

"Aaaaahhh.." tiba-tiba Deddy terbayang akan mimpinya semalam, dan terperanjat akan sosok wanita cantik yang menatapnya dari kejauhan saat membuka mata.

"Ah itu wanita yang kemarin."

Sosok cantik tersebut lalu melempar senyum dan berjalan menuju arah hutan.

"Hei tunggu jangan pergi dulu..."

Tapi panggilannya tak diindahkan dan wanita tersebut makin mempercepat langkahnya. Deddy lantas mengejarnya ke arah hutan.

"Cepat sekali wanita itu."

Wanita itu menghilang dalam nyanyian angin yang berhembus kencang menerobos baris-baris pepohonan yang rimbun.

"Kamu mencari aku?" Sapa sosok wanita yang tiba-tiba sudah berada tepat di belakang Deddy.

"Kamu siapa?, mengapa bisa berada di dalam hutan ini?"

"Namaku Litha, aku tinggal di sekitar sini."

"Aku Deddy."

"Aku sudah tahu." Jawab wanita itu dengan lembut.

"Darimana kau tahu namaku?"

"Apa semua pria rasa ingin tahunya tinggi seperti kamu?"

"Hehehe tidak juga, oia aku kemarin menemukan selendang merah, aku kira itu punyamu, jadi aku menyimpannya dan ingin mengembalikannya namun selendang itu hilang entah kemana."

"Maksudmu selendang ini?"

Wanita tersebut menunjukkan selendang yang dicari-cari oleh Deddy.

"Darimana kamu bisa mendapatkannya? Aku menyimpannya di kasur saat tidur, paginya aku tidak menemukannya."

Deddy kaget dan terheran-heran dengan apa yang ada di depan matanya itu

"Aku menemukannya semalam di pohon beringin besar di depan sana."

"Maksud kamu pohon beringin di depan rumah pak Gusty?"

"Iya..."

Pikiran Deddy pun mulai melayang kemana-mana.

"Mungkin ditiup angin atau di bawah tikus, terimakasih sudah sempat menyimpan dan ingin mengembalikannya. Aku mencarinya kemana-mana, namun kini sudah kembali ke tanganku." tambah wanita itu dengan tersenyum.

"Iya sama-sama, syukurlah kalau begitu aku turut senang."

"Aku permisi mau pulang."

"Ah apa boleh aku mengantarmu?"

"Aku bisa sendiri!"

"Tapi ini hutan, bagaimana kalau ada hewan buas atau hantu yang menganggu kamu?"

"Hahahaha hutan ini rumahku."

"Apa maksudmu?

bersambung ke part 5

Chritis Ghaza
Belajar seumur hidup, menjadi murid selamanya

Related Posts

Posting Komentar

Loading...
Masukkan emailmu untuk mendapat pemberitahuan artikel terbaru