Wanita, Kalian Tetap Berharga Meski Sudah Tak Perawan!

Beberapa saat yang lalu, seorang teman wanita (sebut saja Mawar) dari luar negeri di sebuah grup telegram mengirim chat personal kepada saya. Usut punya usut dari isi chat bahwa ia sedang PDKT dengan seorang pria dari Indonesia yang dikenalnya lewat grup chating internasional pula.

Setelah beberapa bulan PDKT, mereka akhirnya menjalin hubungan percintaan, dan sang pria langsung menanyakan perihal keperawanan Mawar.

Mawar yang berasal dari negara dengan orang-orang yang kebanyakan open minded, lantas menjawab dengan santai kalau ia sudah tak perawan lagi.

sumber gambar : https://gratisography.com

Mawar meneruskan kalau perlakuan dan nada bicara sang pria langsung berbeda dan agak sedikit kasar, si pria mulai jarang memperhatikan Mawar, jarang chat atau video call sehingga Mawar nyasar di chat saya dan memberikan saya beberapa pertanyaan seperti di bawah ini.

1. Itis, seberapa penting kah makna keperawanan seorang wanita bagi pria di Indonesia?

2. Apakah nilai seoarang wanita turun saat dia sudah tak perawan ketika belum menikah di Indonesia?

3. Terakhir Itis, aku ingin mendengar pandanganmu soal ini, dan apa yang akan kamu lakukan ketika pacarmu sudah tak perawan lagi!


Sebelum menjawab beberapa pertanyaan di atas, saya akan memberikan kuliah umum (hahaha) soal keperawanan.

Keperawanan seorang wanita sebenarnya adalah hal yang sangat sensitif untuk dibicarakan, tapi karena saya melihat hal ini cukup menganggu pikiran saya, maka saya pun menulis artikel ini agar bisa membuka pikiran banyak orang, khususnya para pria.

Saya tidak memaksa para pria yang membaca artikel ini untuk harus sepakat dengan saya, tapi ini hanya buah-buah pikiran yang tak enak kalau tak dibagi, iya kan?

Seorang wanita dikatakan tidak perawan lagi ketika selaput daranya sudah sobek, faktanya TIDAK ADA korelasi antara selaput dara dan keperawanan, nah loh?

Kok bisa Itis?

Iya, sebab ada perempuan yang lahir tanpa selaput dara, ada pula perempuan yang selaput daranya tebal sehingga masih tetap "utuh" meski telah dipenetrasi oleh benda tumpul (baca lakukan hubungan b*dan), serta ada pula perempuan dengan selaput dara yang tipis sehingga mudah sobek ketika melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga.

Ditarik dari hal yang saya bilang di atas, mari kita bersepakat kalau hilangnya keperawanan seorang wanita karena berhubungan b*dan dengan pria yang belum sah atau sebelum menikah.

ok sepakat?

baiklah mari lanjut dengan menjawab pertanyaan dari teman saya.

1. Kebanyakan pria di Indonesia menganggap keperawanan seorang wanita itu adalah sesuatu yang sangat penting, sebab keperawanan merupakan simbol kesucian, ketaatan, dan keteraturan diri sang wanita.

Indonesia menganut budaya ketimuran. Nah, hal tersebut  bercampur dengan pemahaman agama yang masih berlaku, hingga membuat banyak pria meyakini bahwa wanita yang baik adalah wanita yang bisa mengontrol diri dan menjaga kesuciannya.

Maka dari itu keperawanan bagi beberapa pria dijadikan sebagai rekam jejak moral sang wanita, pemahaman mereka berkata, keperawanan itu sangat sakral nilainya dan menjadi istimewah ketika dengan bangga dan sedikit ego sang pria adalah orang pertama yang membuat sang wanita melepaskan keperawanannya.

sumber : https://gratisography.com

Mereka benar-benar mempertimbangkan soal keperawanan sang wanita ketika ingin memulai suatu hubungan serius, karena bagi mereka ini menyangkut harga diri sang wanita, apakah ini salah? tentu tidak! Setiap orang mempunyai hak untuk memilih dan mempertimbangkan hal itu.

Namun, tak sedikit pula pria di Indonesia yang mengesampingkan pandangan di atas, mereka berusaha realistis untuk tetap menggenggam tangan sang wanita hingga ke altar pernikahan.

2. Ini relatif dari pandangan orang lain dan pandangan diri sendiri dari sang wanita yang kehilangan keperawanannya,

Dari pandangan orang lain ada banyak jenisnya, salah satu yang paling jelas adalah pandangan buruk yang ditujukan orang-orang ketika mengetahui seorang wanita sudah tak perawan lagi, cacian atau hinaan akan keluar dari mereka.

Ada pula yang memilih untuk tidak ikut campur ke dalam dosa orang lain karena menyadari diri sendiri adalah orang berdosa.

Dan dari pandangan sang wanita yang menganggap penting arti keperawanan, maka mereka akan menyesalinya dan sulit untuk memaafkan diri sendiri karena kehilangan keperawanannya.


Dan untuk wanita yang sudah tak menganggap penting keperawanan, maka mereka akan acuh tak acuh dengan hal penting miliknya itu, bahkan cenderung melakukan kontak s*ksual dengan beberapa pria berbeda sebelum menikah, dan tentu hal ini buruk bagi kesehatan tubuh dan mental mereka!

3. Sebagai seorang laki, saya mempunyai pandangan berbeda soal keperawanan, artinya saya tak mempermasalahkan soal perawan atau tidak perawannya seorang wanita yang akan menjadi istri saya, bisa jadi wanita yang sudah tak perawan itu adalah jodoh terbaik dari Tuhan untuk saya,

Saya berusaha realistis, kalau saya juga seorang manusia yang sering jatuh dalam dosa, dan pada ahirnya saya menyadari itu adalah cerita mereka dulu, itu adalah masa lalu mereka, saya tak masalah ketika orang-orang berkata "Hei calon istrimu sudah rusak!" Bahkan saya akan membalas dengan menggenggam erat tangan calon istri saya.

Yang juga harus saya lakukan adalah belajar bagaimana saya harus menerima seorang wanita yang sudah melepaskan keperawanannya kepada orang lain, bagaimana saya harus menerima segala masa lalunya dengan lapang, bagaimana saya harus tetap memegang erat tangannya dan berbisik lembut di telingnya "Aku menerima kekurangan dan masa lalumu, seburuk apapun itu!" bagaimana saya tetap mendekap erat tubuhnya dan memastikan dia bagian dari hidup saya karena saya telah memilih dia.

Sebagai laki, ketika saya sudah tulus mencintai seorang wanita, saya tak akan memperdulikan keperawanannya, ketika hati sudah terkait apakah selangk*ngan masih harus diperdebatkan?

sumber : https://gratisography.com

Sebagai laki, saya tak mau menutup mata, ada banyak wanita yang menjadi korban kek*rasan s*ksual yang bukan kehendaknya, ada banyak wanita yang diperdaya oleh prianya dulu atas dasar cinta hanya untuk menikmati tubuhnya, ada banyak wanita yang pernah salah jalannya, tugas kita sebagai laki adalah meluruskan jalan mereka yang bengkok, kita harus menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi mereka.

Wahai pria, mengapa masih memperdebatkan soal keperawanan? belum tentu wanita yang menjaga kesuciannya bisa setia dan jadi jodoh terbaik buatmu, jika kamu menolak wanita karena sudah tak perawan, apakah di sisi yang lain akan kamu temukan wanita yang mampu memenuhi semua kriteriamu? Cinta itu tidak harus buta, Ia juga perlu untuk melihat agar kamu belajar dan mampu untuk menerima segala kekurangannya.

Jadi selama ia sudah berubah ke arah yang lebih dari sebelumnya, mengapa tidak? think twice and wisely bro!

Teruntuk para wanita yang (Maaf) sudah tak perawan

Bagaimana keadaanmu?

Apakah kamu masih menyesalinya? masih merasa j*jik pada hal dulu dan tak bisa memaafkan dirimu?

Apakah kamu takut tak ada pria baik yang menerimamu?

Dengarkan saya baik-baik, ada orang bernama Oscar Wilde pernah berkata "Every saint has a past, every sinner has a future!"

MASIH ADA PRIA BAIK YANG MAU MENERIMAMU! MASIH ADA SEMUA SAHABAT DAN KELUARGA YANG MAU MENERIMA DAN TIDAK  MENGHINAMU!

Yang kamu harus lakukan adalah MENERIMA itu semua dan memulai lembaran baru, saya tahu itu tak gampang, but i know you can do it!

Maafkan dirimu, hal buruk dan rasa sakit yang kamu tujukan pada dirimu sendiri itu seraplah menjadi pelajaran dan PERUBAHAN besar bagimu.

Kalian itu BERHARGA, terlebih di mata Tuhan itu sendiri, kamu yang sudah tak perawan BUKAN BERARTI adalah wanita kotor! Kamu harus mengambil langkah luar biasa dengan memanfaatkan kondisi terpuruk itu menjadi pendorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik tanpa harus pura-pura kuat.

sumber : https://gratisography.com

Kehilangan keperawanan bukan berarti kamu tak berhak mendapat pria terbaik, TAPI ingat, ketika ada pria baik yang tak mempersalahkan keperawanan dan menerima masa lalumu bukan berarti kamu tidak menjaga sikap, ketaatan dan ketikaberaturan dalam semua aspek kehidupanmu.

Janganlah mencari kesalahan juga kekurangan orang lain dan membuatnya sakit hati, ketika dia  mau menerima kekuranganmu.

Buatlah dirimu pantas untuk diperjuangkan oleh laki-laki, sebab untuk kamu ketahui banyak orang berdoa meminta jodoh terbaik dari Tuhan, tapi ia sendiri lupa untuk mempersiapkan dirinya sendiri untuk menjadi jodoh terbaik bagi jodohnya kelak.

Buktikan dirimu lebih baik, bukan lebih baik dari orang-orang yang menolak dan menghina dirimu, melainkan lebih baik dari kamu yang dulu, ingat kamu tetap berharga meski sudah tak perawan!


Tulisan ini dibuat dengan penuh cinta
tertanda

Christian Y. S. Giri - Chritis Ghaza

NB : Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, mohon untuk menyebarkannya dengan mengklik tombol share yang ada


Chritis Ghaza
Belajar seumur hidup, menjadi murid selamanya
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar

Loading...
Masukkan emailmu untuk mendapat pemberitahuan artikel terbaru